MAHASISWA =
PEMUDA YANG PUNYA MISI HIDUP[1]
Mencontek
kata soe hok ghie “ beruntunglah bagi
kamu yang belum dilahirkan, bersyukurlah kamu yang
mati muda, dan menyesal lah kamu yang mati tua”. Begitu pun juga apa
yang dikatakan soekarno “ beri aku 10
pemuda maka ku guncang dunia”. Semua mendewakan seorang pemuda.
Mendengar
saja kata “pemuda” mereaksilah pikiran kita untuk terus kritis, untuk merangsang
tergeraknya hidup dinamis diatas
kerasnya hidup era bebas (globalisasi) ini. Pemimpin bangsa sekarang ini adalah
pemuda masa lalu, dan pemuda saat ini adalah para pemimpin menggantikan mereka
yang tua kelak. Dan siapa yang mampu menguasai pemuda hari ini akan menguasai
masa depan. Memang iya dan mutlak kita harus mengakui kebenarannya. Sungguh
peran dan title strategis bagi para golongan mahasiswa sebagai agent perubah
penindasan karena mereka adalah seorang pemuda. Pemuda mempunyai tekad dan ambisi
tinggi dalam menjaga idealismenya guna menegakkan kebenaran. Manusia dilahirkan
dan hidup mempunyai fitrah sebagai pemimpin. Mahasiswa, ia seorang pemuda yang
akan memimpin anak muda dan menjaga manusia tua. Sudah sepantasnya mereka yang
saat ini mengaku mahasiswa berfikir ulang terhadap statusnya. Apakah mereka
sudah patut untuk dicontoh sebagai pemuda yang akan mengantarkan keadilan umat
dan bangsanya menuju kesejahteraan sosial. Itulah misi sebenarnya hidup ini.
Gusti
alloh punya misi(tujuan) yang kita tidak tahu saat memilih manusia untuk
mengisi bumi. Bila tuhan saja mempunyai misi, kenapa manusia tidak ?
selanjutnya apakah para mahasiswa juga sama ? jawab sendiri
Indonesia
mempunyai manusia unik bila budaya dan sukunya saja juga unik. Artinya dengan
beragam suku budaya akan nampak keindahan warna-warninya. Namun, bila keragaman
ini tak dibarengi rasa sadar senasip sepenanggungan dalam wadah nasionalisme,
bertengkarlah antar suku ini( saat ini terbukti). Dan perlu orang sehat untuk
sadar atas perbedaan ini. Lantas siapa yang sadar sekarang untuk menyadarkan
mereka yang tidur ? jawab sendiri
Kita
sama mahasiswa, mahasiswa sama dengan pemuda, dan peran fungsi kita ditunggu
banyak manusia diluar. Mereka menunggu
gerakan kita untuk memperjuangkan misi umat dan misi bangsa yang kisruh ini.
Perbedaan agama kita menjadi tuntutan untuk saling memerdekakan umat, untuk menyatukan keragaman budaya bangsa, dan mencapai misi keadilan
sosial yang diridhoi Tuhan. Mari kita emban amanah besar ini untuk mencetak
generasi penerus bangsa yang lebih berkwalitas. Yakin usaha sampai !!!.
Ingat
~ apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi referensi bagi apa, siapa dan
akan menjadi kita.
[1]
DIKETIK DISELA-SELA LK1 HMI Komisariat Tarbiyah pada bulan Nopember 2012.
Bertempat diBaledesa Kauman.